Total Tayangan Laman

Kamis, 28 April 2011

Makalah Isolasi sosial

RUANGAN RAWAT : P. 11 TANGGAL DIRAWAT: 28 maret

I. IDENTITAS KLIEN :
Nama : Tn. R
Umur : 28 tahun
Informan :
Tanggal pengkajian : 01 april 2011
No. RM : 67.95

II. PENANGGUNG JAWAB :
Nama : Tn. G
Alamat : Ds. Pangwangunan, no. 234 cirebon
Pekerjaan : buruh
Hubungan dengan klien : ayah


ALASAN MASUK
klien datang diantar oleh keluarganya pada tanggal 28 maret 2011, dengan keluhan tidak mau bergaul dengan orang lain,tidak banyak bercakap- cakap, banyak melamun, mengurung diri dan sering menyendiri.


III. FAKTOR PREDISPOSISI
a. Klien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya sejak 1 tahun yang lalu dan di rawat di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang yang pertama pada tanggal 12 juni 2009 dikarenakan klien apatis, diam di kamar (mengurung diri), menolak berhubungan dengan orang lain.
b. Klien tidak minum obat secara teratur sehingga pengobatan kurang berhasil
c. Klien tidak pernah mengalami penganiayaan fisik, seksual dan tindakan kriminal dan klien tidak pernah melakukan penganiayaan.
d. Keluarga klien tidak ada yang mengalami gangguan jiwa seperti yang dialami oleh klien.
e. Klien mengatakan punya pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan.
Klien mengatakan saya dulu pernah dikucilkan oleh teman- teman saya waktu SMA.
f. Klien mengatakan malu karena sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan.
Dan keluarganya selalu menuntut klien untuk segera bekerja.

IV. FAKTOR PRESIPITASI
Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
1. Masa anak-anak
Kllien tidak pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan

2. Masa remaja
Klien mengatakan punya pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan sesuai pernyataan klien “saya dulu pernah dikucilkan oleh teman- teman saya waktu SMA”

3. Masa dewasa
Klien mengatakan “ malu karena sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan”


V. PEMERIKSAAN FISIK
a. Tanda- tanda vital
TD : 120/ 80 mmHg
N : 86 X/ mnt
S : 37,4° C
P : 20 X/ mnt

b. Ukur
TB : 160 cm
BB : 50 kg

c. Keluhan fisik
Dari hasil pengkajian didapatkan klien tidak mengeluh terhadap keadaan fisiknya dan pada tubuh klien tidak menunjukkan adanya kelainan ataupun gangguan fisik lainnya


VI. PSIKOSOSIAL

1. Genogram













Ket:


: yang meninggal

: laki- laki


: perempuan

: klien

: tinggal serumah

Klien belum menikah dan klien tinggal bersama ayah, ibu dan kedua adiknya,serta kakaknya. pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah, yang dipimpin oleh ayahnya. Pola asuh klien keras, penuh dengan kedisiplinan, klien selalu di pojokkan dan di tuntut untuk segera mendapatkan pekerjaan karena sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan.

2. Konsep diri
a. Citra tubuh
Klien mengatakan: menyukai seluruh bagian tubuhnya.
Tidak ada kecacatan anggota tubuh dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Dengan pernyataan klien: “ saya menyukai seluruh bagian tubuh saya”

b. Identitas diri
Di rumah klien berperan sebagai seorang anak dan seorang kakak,
menuntun Klien merasa puas sebagai laki- laki, karena di keluarga klien di ajarkan untuk bertanggung jawab dan disiplin, serta di diperlakukan sebagai seorang anak laki- laki.
Dengan pernyataan klien: “saya di perlakukan sebagai seorang kakak laki-laki yg bertanggung jawab”

c. Peran
Klien berperan sebagai anak dan kakak, yang harus berbakti dan menuntun adik- adik. Klien belum mendapatkan pekerjaan.
Dengan pernyataan klien: “ di rumah saya di tuntut untuk bisa menuntun adik- adik saya.”

d. Ideal diri
Klien mengatakan ingin segera bekerja untuk membantu kedua orang tuanya, dan ingin membina rumah tangga, serta ingin cepat sembuh dari penyakitnya.
Dengan pernyataan klien: “saya ingin segera sembuh dan bisa mendapatkan pekerjaan agar bisa membantu kedua orang tua saya.”

e. Harga diri
Klien mengatakan malu apabila bergaul dengan teman dan orang- orang sekitar, karena belum bekerja.
Dengan pernyataan klien: “saya malu bermain dengan teman- teman.”

3. Hubungan sosial
a. Orang terdekat
Klien mengatakan: tidak memiliki orang yang berarti dalam hidup, bila punya masalah,hanya memendam masalah sendiri.
Dengan pernyataan klien: “ kalau saya ada masalah saya tidak punya tempat untuk bercerita, saya hanya memendamnya sendiri.”

b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/ masyarakat
Klien mengatakan:belum pernah mengikuti kegiatan apapun di masyarakat, selama di RSJ lebih banyak menyendiri, tiduran dan jarang mengikuti kegiatan kelompok.”
Dengan pernyataan klien: “ saya di rumah hanya diam di kamar, tidak pernah ikut kegiatan apapun.”

c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien mengatakan: di rumah klien termasuk orang yang pendiam,malas bicara dengan orang lain, tidak ada teman dekat dengan klien dan klien tidak nyaman di lingkungan banyak orang dan ramai.
Dengan pernyataan klien: “ saya tidak mempunyai teman dekat, saya juga tidak menyukai tempat yang ramai dan banyak orang.”

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Klien beragama islam dan yakin adanya ALLAH, klien pasrah dengan keadaannya mungkin sudah ditakdirkan ole allah.
Dengan pernyataan klien: “ saya yakin kalau saya bisa senbuh atas kehendak Allah.”

b. Kegiatan ibadah
Klien mengatakan: selama berada di RSJ tidak pernah menjalankan ibadah shalat 5 waktu, klien hanya berdoa dan yakin akan kesembuhan.
Dengan pernyataan klien: “ saya tidak pernah sholat, saya hanya berdoa sama allah supaya saya cepat sembuh.”



VII. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Klien tampak tidak rapi,baju tidak rapi, kuku klien tampak panjang, rambut acak- acakan.

2. Pembicaraan
Kontak mata kurang selama komunikasi, berbicara seperlunya, klien tampak tidak mampu memulai pembicaraan,cenderung menolak untuk diajak berkomunikasi.

3. Aktivitas motorik
Klien terlihat lesu, lebih banyak duduk menyendiri dan tiduran daripada beraktivitas, klien mau beraktivitas apabila dimotivasi.

4. Alam perasaan
Klien tampak sedih, karena klien merasa sendiri, tidak ada yang peduli dengan dirinya,klien merasa putus asa dan tidak berharga dalam hidup ini.

5. Afek
tidak ada perubahan roman muka pada saat diceritakan cerita lucu yang membuat tertawa,klien tampak biasa saja.hanya bereaksi bila ada stimulus emosi yang kuat (afek tumpul).

6. Interaksi selama wawancara
Klien lebih banyak diem, kontak mata pada saat wawancara kurang, klien lebih sering menunduk, bahkan sampai memutuskan pembicaraan atau pergi saat diajak bercakap- cakap.

7. Persepsi halusinasi
Klien mengatakan:klien suka mendengar bisikan seperti suara teman nya menyuruh pergi, biasanya bisikan itu datang pada saat klien melamun.
Dengan pernyataan pasien: “ saya suka mendengar bisikan dan bisikannya datang kalau saya sedang melamun.”

8. Proses pikir
Pembicaraan klien secukupnya.

9. Isi pikir
Selama wawancara, klien mengalami depersonalisasi (perasaan klien yang asing terhadp diri- sendiri, orang atau lingkungan), Sehingga klien menolak untuk berhubungan dengan orang lain dan tampak memisahkan diri dari orang lain.



10. Tingkat kesadaran
Klien sadar sepenuhnya ditandai klien tidak tampak bingung klien bisa menyebutkan namanya dengan benar, juga bisa membedakan waktu pagi, siang dan malam serta dapat menyebutkan tempat di mana klien berada



11. Memori
Klien mampu mengingat dengan baik kejadian jangka panjang, dan jangka pendek dan kejadian saat ini.
a. Jangka panjang
Klien mampu mengingat tanggal masuk ke RSJP magelang

b. Jangka pendek
Klien mampu mengingat apa yang terjadi pada minggu ini.

c. Memori saat ini
klien dapat mengingat apa yang dilakukan tadi sebelum melakukan interaksi.

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien mampu berhitung sederhana, klien mampu menyebutkan angka, klien juga mampu menjawab 3 dikurangi 1, klien menjawab 2

13. Kemampuan penilaian
Klien mampu mengambil keputusan yang ringan misalnya klien memilih cuci tangan dulu sebelum makan.

14. Daya tilik diri
Klien menyadari bahwa dirinya berada di RSJ dan menyadari dirinya sakit

VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
a. Makan
Klien makan 3X sehari, mampu menghabiskan 1 porsi makan dengan menu seimbang yang sudah disiapkan dari instalasi gizi (nasi, lauk, sayur, buah- buahan), klien makan pagi pukul 07.00 WIB, makan siang pukul 12.00 WIB, makan malam jam pukul 19.00 WIB, setelah makan klien merapikannya sendiri
Dengan pernyataan klien: “ saya makan sesuai dengan jadwal yang di berikan di RSJ.”


b. BAB/ BAK
Bila klien ingin BAB/ BAK pergi ke WC tanpa bantuan orang lain, BAK ± 3X sehari dan BAB ± 1X sehari.
Dengan pernyataan klien: “ saya BAB/BAK sendiri tanpa bantuan suster, biasanya BAK ± 3X sehari dan BAB ± 1X sehari.”

c. Mandi
Klien mandi di kamar mandi 2X sehari tanpa bantuan orang lain dan tidak lupa menggosok gigi, mencuci rambut 1 minggu sekali
Dengan pernyataan klien: “ saya mandi 2X sehari tanpa di bantu siapapun, dan keramas 1 minggu sekali.”

d. Berpakaian/ berhias
Klien mengganti pakaian 1X sehari dilakukan sendiri walaupaun kurang rapi
Dengan pernyataan klien: “ saya ganti baju 1X sehari.”

e. Istirahat dan tidur
Klien tidur siang pukul 11.00- 12.00 WIB dan tidur malam pukul 20.00- 05.00 WIB, aktivitas sebelum tidur klien adalah melamun dan diam , tapi tidak lupa untuk membaca doa sebelum tidur. Setelah bangun klien langsung mandi, posisi janin pada saat tidur.
Dengan pernyataan klien: “ biasanya sebelum tidur saya melamun dan tidak lupa membaca do’a.”

f. Penggunaan obat
Klien mengatakan: tidak mengetahui obat apa yang klien minum dan tidak mengetahui efek samping dan manfaat dari obat tersebut, minum obat 2X sehari dengan bantuan dari perawat, setelah minum obat merasa ngantuk dan lemas.
Dengan pernyataan klien: “ saya tidak tahu apa nama obat yang saya minum, efek samping dan manfaatnya, tapi setelah minum obat tersebut saya merasa ngantuk dan lemas.”

g. Pemeliharaan kesehatan
Klien tidak mengetahui akan berobat kemana jika telah keluar dari tumah sakit.
Dengan pernyatan klien: “ saya tidak tahu harus berobat kemana kalau saya sudah sembuh nanti.”

h. Aktivitas di dalam rumah
Klien mengatakan: ketika di rumah klien tidak suka melakukan kegiatan apapun,seperti kegiatan rumah tangga sehari- hari.Klien tidak ikut dalam mengatur keuangan untuk kebutuhan seharinya.
Dengan pernyataan klien: “ di rumah saya tidak pernah mengerjakan apapun, dan tidak pernah ikut mengatur biaya kebutuhan sehari- hari.”

i. Aktivitas di luar rumah
Klien mengatakan:jarang keluar rumah, tidak suka berbelanja atau melakukan perjalanan.
Dengan pernyataan klien: “ saya tidak jarang keluar rumah, tidak suka belanja dn melakukan perjalanan apapun.”

IX. MEKANISME KOPING
a. Maladaptif: klien mengatakan jika ia mempunyai masalah, klien senang memendamnya dan tidak mau menceritakannya kepada orang lain

X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
Klien mengatakan: tidak mengenal semua teman dan jarang berinteraksi dengan lingkungan.

XI. PENGETAHUAN
Keluarga klien mengerti bahwa klien mengalami gangguan jiwa, oleh sebab itu beliau membawanya ke RSJ.

XII. ASPEK MEDIK
Terapi medis:
a). clarpramazine(cpz)
-warna obat orange
-dosis yg diberikan 10 mg/hari
-indikasi:
Untuk penanganan psikotik seperti skizopenia bisa menimbulkan efek seperti:ansietas dan agitasi,cegukkan yang sulit diatasi .anak hiperaktif yang menunjukkan aktifitas motorik yang berlebihan,masalah perilaku berat pada anak yang dikaitkan dengan perilaku hiperaktif lagi atau menyerang mual dan muntah berat.
-mekanisme kerja:
Mekanisme kerja antipsikatik yang tepat belum dipahami sebelumnya namun mungkin berhubungan dengan antiodapaminergik.antipsikotik dapat menyeliat reseptor domain post maps pada ganglia basal,hipotalamus,sistem umbila batang ptak dan medula.
-efek samping
Seperti sedasi,sakit kepala, kejang, insomnia, pusing, keletihan, penglihatan kabur, kegelisahan, ansietas dan depresi
-kontra indikasi
Penyakit hati,penyakit ginjal,kelainan jantung,ketergantungan obat,penyakit ssp,gangguan kesadaran disebabkan oleh depresi ssp
-manfaat
Memberikan pikiran tenang,perilaku jadi lebih adaktif.

b). Haloperidol (HPD)
- warna obat pink
- dosis yang diberikan 3- 5 mg/ hari
- indikasi:
Penatalaksanaan psikopsus kronik dan akut, pengendalian TIK dan pengucapanb vokal pada gangguan jiwa . penanggulangan dimensia pada lansia, pengendalian hiperaktivitas dan masalah perilaku berat pada anak- anak
- Kontra indikasi:
Penyakit hati, penyakit darah tinggi, epilepsi, kelainan jantung, ketergantungan obat, gangguan kesadaran, penyakit sindrom saraf pusat
- Efek samping:
Mengantuk, penglihatan kabur, mulut kering, kelemahan otot, konstipasi
- Manfaat:
Memberikan pikiran tenang, perilaku menjadi lebih adaftif.

c). Trihexypenidil (THP)
- warna obatnya putih
- dosis yang diberikan 2 mg/ hari
- indikasi:
Segala jenis penyakit parkinson, gejala ekstra piramida, berkaitan dengan obat- obat psikotik

- Kontra indikasi:
Hipersensitivitas terhadap obat ini atau pada anti polinergik lain glaukoma sudut tertutup
- Efek samping:
Mulut kering, penglihatan kabur, pusing, mual, muntah, bingung, agitasi, konstipasi, dilatasi ginjal, retensi urin
- Manfaat:
Anti depresi, menetralkan dan menghilangkan efek samping dari anti spikasi seperti mual.









1.1. Analisa data
No Data Masalah
1












2.










3. Ds: klien mengatakan:
- “ saya malas”
- “ saya malu bertemu dengan orang lain”
- “ saya malu bergaul dengan orang lain, karena saya belum bekerja”

Do:
- klien terlihat menyendiri ( menghindari orang lain)
- klien terlihat malas bercakap cakap dengan orang lain
- klien berdiam diri di kamar

Ds: klien mengatakan:
-“ saya tidak bisa apa apa.”
-“ saya merasa tidak berguna.”

Do:
-kontak mata kurang
- klien terlihat menunduk
-tampak malas malaasan
-tampak mudah tersinggung


Ds: klien mengatakan
- “ saya mendengar suara bisikan.”
-“ saya melihat bayangan- bayangan.”

Do:
-bicara sendiri
-tertawa sendiri
-tidak bisa berkonsentrasi saat diajak bicara Isolasi sosial: menarik diri












Gangguan konsep diri: HDR










Gangguan sensori persepsi: halusinasi

1.2. Pohon masalah

Resiko Perubahan sensori persepsi:halusinasi

Isolasi sosial: menarik diri


Ganguan konsep diri: HDR

Diagnosa keperawatan berdasarkan prioritas:
1. Isolasi sosial:menarik diri
2. Gangguan konsep diri:HDR
3. Gangguan sensori persepsi: halusinasi

1.3. Rencana asuhan keperawatan

tgl No. Dx Dx. Keperawatan Perencanaan
Tujuan Kriteria evaluasi Intervensi
Isolasi sosial
( menarik diri) TUM : klien dapat berinteraksi dengan orang lain
TUK :
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya



1. Klien menunjukkan tanda- tanda percaya kepada/ terhadap perawat:
- Wajah cerah, tersenyum
- Mau berkenalan
- Ada kontak mata
- Bersedia menceritakan perasaan
- Bersedia mengungkapkan masalahn ya



1.1. Bina hubungan saling percaya dengan:
- Beri salam setiap interaksi
- Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan
- Tanyakan dan panggil nama kesukaan klien
- Tunjukkan sikap jujur dan memenepati janji setiap kali berinteraksi
- Tanyakan perasaan klien dan masalah yang dihadapi klien
- Buat kontrak interaksi yang jelas
- Dengarkan dengan penuh perhatian ekspresi perasaan klien
2. Klien mampu menyebutkan penyebab menarik diri 2. Klien dapat menyebutkan minimal 1 penhyebab menarik diri dari :
- diri- sendiri
- Orang lain
- Lingkungan 2.1. Tanyakan pada klien tentang:
- Orang yang tinggal serumah/ tema sekamar klien
- Orang yang paling dekat dengan klien di rumah/ di ruang perawatan
- sApa yang membuat klien dekat dengan orang tersebut
- Orang yang tidak dekat dengan klien di rumah/ di ruang perawatan
- Apa yang membuat klien tidak dekat dengan orang tersebut
- Upaya yang sudah dilakukan agar dekat dengan orang lain
2.2. Diskusikan dengan klien penyebab menarik diri atau tidak
2.3. Beri pujian terhadaf kemampuan klien mengungkapkan perasaanya
3. Klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan sosial dan kerugian menarik diri 3. Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan sosial, misalnya:
- Banyak teman
- Tidak kesepian
- Bisa diskusi
- Saling menolong
Dan kerugian menarik diri, misalnya:
- Sendiri
- Kesepian
- Tidak bisa diskusi 3.1. Tanyakan kepada klien tentang:
- Manfaat hubungan sosial
- Kerugian menarik diri
3.2. Diskusikan bersama klien tentang manfaat berhubungan sosial dan kerugian menarik diri
3.3. Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaanya
4. Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap 4. Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap dengan:
- Perawat
- Perawat lain
- Klien lain
- Kelompok 4.1. observasi perilaku klien saat berhubungan sosial
4.2. beri motivasi dan bantu klien untuk berkenalan / berkomunikasi dengan:
- Perawat lain
- Klien lain
- kelompok
4.3. libatkan klien dalam Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi
4.4. diskusikan jadwal harian yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan klien bersosialisasi
4.5. beri motivasi klien untuk melakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat
4.6. beri pujian terhadap kemampuan klien memperluas pergaulannya melalui aktivitas yang dilaksanakan
5. klien mampu menjelaskan perasaannya setelah berhubungan sosial 5. Klien dapat menjelaskan perasaannya setelah berhubungan sosial dengan:
- orang lain
- kelompok 1.1 Diskusikan dengan kluen tentang perasaannya setelah berhubungan sosial dengan:
- orang lain
- kelompok
5.2. Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan sosial
6. Klien mendapat dukungan keluarga dalam memperluas hubunga sosial 6. Keluarga dapat menjelaskan tentang:
- Pengertian menarik diri
- Tanda/ gejala menarik diri
- Penyebab dan akibat menarik diri
- Cara merawat klien menarik diri
6.2. Keluarga dapat mempraktekkan cara merawat klien menarik diri 6.1. Diskusikan pentingnya peran serta keluarga sebagai pendukung untuk mengatasi perilaku menarik diri
6.2 Diskusikan potensi keluarga untuk membantu klien mengatasi perilaku menarik diri
6.3 Jelaskan pada keluarga tentang:
- Pengertian menarik diri
- Tanda/ gejala menarik diri
- Penyebab dan akibat menarik diri
- Cara merawat klien menarik diri

6.4 Latih keluarga cara merawat klien menarik diri
6.5 Tanyakan perasaan keluarga setelah mencoba cara yang dilatihkan
6.6 Beri motivasi keluarga agar membantu klien untuk bersosialisasi
6.7 Beri pujian kepada keluarga atas keterlibatannya merawat klien di rumah sakit
7. Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik 7.1. Klien dapat menyebutkan:
- Manfaat munum obat
- Kerugian tidak minum obat
- Nama, warna, dosis, efek terapi dan efek samping obat
7.2. Klien mendemonstrasikan penggunaan obat yang benar
7.3. Klien menyebutkan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter 7.1 Diskusikan dengan klien tentang manfaat dan kerugian tidak minum obat, nama, warna, dosis,cara , efek terapi dan efek samping penggunaan obat
7.2 Pantau klien saat penggunaan obat
7.3 Beri pujian jika klien menggunakan obat yang benar
7.4 Diskusikan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter
7.5 Anjurkan klien untuk konsultasi kepada dokter/ perawat jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan











Dx keperawatan Perencanaan
Tujuan Kriteria evaluasi Intervensi
Gangguan konsep diri: harga diri rendah TUM: klien memiliki konsep diri yang positif

TUK:
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat
1. Setelah 3X interaksi, klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat, rasa senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat dan mau mengutarakan masalah yang dihadapi.
1. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik:
- Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
- Perkenalkan diri dengan sopan
- Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien
- Jelaskan tujuan pertemuan
- Jujur dan menepati janji
- Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
- Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien
2. Klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki 2. Klien menyebutkan :
- Aspek positif dan kemampuan yang dimiliki klien
- Aspek positif keluarga
- Aspek positif lingkungan klien 2.1. Diskusikan dengan klien tentang:
- Aspek positif yang dimiliki klien, keluarga, lingkungan
- Kemampuan yang dimiliki klien
2.2. Bersama klien buat daftar tentang:
- Aspek positif klien, keluarga, lingkungan
- Kemampuan yang dimiliki klien
2.3. Beri pujian yang realistis, hindarkan memberi penilaian negatif
3. Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan 3. Klien mampu menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakan 3.1. Diskusikan dengan klien kemampuan yang dapat dilaksanakan
3.2. Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya
4. Klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki 4. Klien dapat membuat kegiatan harian 4.1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan sesuai kemampuan klien :
a. Kegiatan mandiri
b. Kegiatan dengan bantuan
4.2. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien
4.3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan
5. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai rencana yang dibuat 5. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai jadwal yang dibuat 5.1. Anjurkan klien untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan
5.2. Pantau kegiatan yang dilaksanakan klien
5.3. Beri pujian atas usaha yang dilakukan klien
5.4. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan setelah pulang
6. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada 6. Klien mampu memanfaatkan sistem pendukung yang ada di keluarga 6.1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah
6.2. Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien di rawat
6.3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah








Dx keperawatan Perencanaan
Tujuan Kriteria evaluasi Intervensi
Gangguan sensori persepsi: halusinasi TUM: klien dapat mengontrol halusinas yang dialaminya
TUK 1:
Klien dapat membina hubunga saling percaya 1. Klien menunjukkan tanda- tanda percaya kepada perawat:
- Ekspresi wajah bersahabat
- Menunjukkan rasa senang
- Ada kontak mata
- Mau berjabat tangan
- Mau menyebutkan nama
- Mau menjawab salam
- Mau duduk berdampingan dengan perawat
- Bersedia mengungkapkan masalah yang dihadapi 1. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik:
- Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
- Perkenalkan nama, nama panggilan dan tujuan perawat berkenalan
- Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien
- Buat kontrak yang jelas
- Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali interaksi
- Tunjukkan sikap empati dan menerima apa adanya
- Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien
- Tanyakan perasaan klien dan masalah yang dihadapi klien
- Dengarkan dengan penuh perhatian ekspresi perasaan klien
2. Klien dapat mengenai halusinasinya 2.1. Klien mampu menyebutkan :
- Isi
- Waktu
- Frekuensi
- Situasi dan kondisi yang menimbulkan halusinasi


2.2. Klien mampu menyatakan perasaan dan responnya saat mengalami halusinasi:
- Marah
- Takut
- Sedih
- Senang
- Cemas
- Jengkel 2.1. Adakan kontak sering dan singkat secara bertahap
2.2 Observasi tingkah laku klien terkait dengan halusinasinya, jika menemukan klien yang sedang halusinasi:
- Tanyakan apakah klien mengetahui sesuatu
- Jika klien menjawab ya, tanyakan aaaaapa yang sedang dialaminya
- Katakan bahwa perawat percaya klien mengalami hal tersebut, namun perawat sendiri tidak mengalaminya (dengan nada bersahabat tanpa menuduh atau mrnghakimi)
- Katakan bahwa ada klien lain yang mengalami hal yang sama
- Katakan bahwa perawat akan membantu klien
Jika klien tidak sedang berhalusinasi klarifikasi tentang adanya pengalama halusinasi, diskusikan dengan klien:
- Isi, waktu dan frekuensi terjadinya halusinasi (pagi, siang, sore, malam atau sering dan kadang- kadang)
- Situasi dan kondisi yang menimbulkan atau tidak menimbulkan halusinasi
2.3. Diskusikan dengan klien apa yang dirasakan jika terjadi halusinasi dan beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya
2.4. Diskusikan dengan klien apa yang dilakukan untuk mengatasi perasaan tersebut
2.5. Diskusikan tentang dampak yang akan dialaminya apabila klien menikmati halusinasinya
3. Klien dapat mengontrol halusinasinya 3.1. Klien mampu menyebutkan tindakan yang biasanya dilakukan untuk mengendalikan halusinasinya
3.2. Klien mampu menyebutkan cara baru mengontrol halusinasi
3.3. Klien mampu dapat memilih dan memperagakan cara
mengatasi halusinasi
3.4. Klien mampu melaksanakan cara yang telahdipilih untuk mengendalikan halusinasinya
3.5. Klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok 3.1. Identifikasi bersama klien cara atau tindakan yang dilakukan jika terjadi halusinasi (tidur, marah, menyibukkan diri, dll)
3.2. Diskusikan cara yang digunakan klien:
- Jika cara yang digunakan adaptif beri pujian
- Jika cara yang digunakan maladaptif diskusikan kerugian cara tersebut
3.3. Diskusikan cara baru untuk memutus/ mengontrol timbulnya halusinasi:
- Katakan pada diri- sendiri bahwa ini tidak nyata (“saya tidak mau lihat pada saat halusinasi itu terjadi)
- Menemui orang lain ( perawat/ teman/ anggota keluarga) untuk menceritakan tentang halusinasinya
- Membuat dan melaksanakan jadwal kegiatan sehari- hari yang telah di susun
- Memninta keluarga/ teman/ perawat menyapa jika sedang berhalusinasi
3.4. Bantu klien memilih cara yang sudah dianjurkan dan latih untuk mencobanhya
3.5. Beri kesempatan untuk melakukan cara yang dipilih dan dilatih
3.6. Pantau pelaksanaan yang telah dipilih atau dilatih, jika berhasil beri pujian
3.7. Anjurkan klien mengikuti terapi aktivitas kelompok, orientasi realita, stimulasi persepsi
4. Klien dapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol halusinasinya 4.1. Keluarga menyatakan setuju untuk mengikuti pertemuan dengan perawat
4.2. Keluarga mampu menyebutkan pengertian, gejala, proses terjadinya halusinasi dan tindakan untuk mengendalikan halusinasi 4.1 buat kontrak dengan keluarga untuk pertemuan (waktu, tempat dan topik)
4.2 diskusikan dengan keluarga (pada saat pertemuan keluarga/ kunjungan rumah)
- pengertian halusinasi
- tanda dan gejala halusinasi
- proses terjadinya halusinasi
- cara yang dapat dilakukan klien dan keluarga untuk memutus halusinasi
- obat- obatan halusinasi
- cara merawat anggota keluarga yang halusinasi di rumah (bderi kegiatan, jangan biarka sendiri, makan bersama, bepergian bersama, memantau obat- obatan dan cara pemberiannya untuk mengatasi halusinasi)
- beri informasi waktu kontrol ke rumah sakit dan bagaimana cara mencari bantuan jika halusinasi tidak dapat diatasi di rumah
5 klien dapat memanfaatkan obat dengan baik 5.1 Klien mampu menyebutkan:
- Manfaat minum obat
- Kerugian tidak minum obat
- Nama, warna, dosis, efek terapi dan efek samping obat
5.2 Klien mampu mendemonstrasikan penggunaan obat yang benar
5.3 Klien mampu menyebutkan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter 5.1. Diskusikan dengan klien tentang manfaat dan kerugian tidak minum obat, nama, warna, dosis, cara, efek terapi dan efek samping penggunaan obat
5.2. Pantau klien saat penggunaan obat
5.3. Beri pujian jika klien menggunakan obat tanpa konsultasi dengan dokter
5.4. Anjurkan klien untuk konsultasi kepada dokter/ perawat jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan












SP
Isolasi sosial Pasien

SP I p
1.Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial pasien
2. Mengidentifikasi keuntungan berinteraksi dengan orang lain
3. Mengidentifikasi kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain
4. Melatih pasien berkenalan dengan 1 orang
5. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP II p
1. Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya
2. Melatih pasien berkenalan dengan 2 orang atau lebih
3. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP III p
1. Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya
2. Melatih pasien berinteraksi dalam kelompok
3. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
Keluarga

SP I k
1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2. Menjelaskan pengertian, tanda/ gejala isolasi sosial yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3. Menjelaskan cara- cara merawat pasien isolasi sosial

SP II k
1. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan isolasi sosial
2. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien isolasi sosial

SP III k
1. Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas di rumah termasuk minum obat (discharge planning)
2. Menjelaskan follow up pasien setelah pulang




1.5. Implementasi dan evaluasi

Waktu Dx keperawatan Implementasi Evaluasi
02 april 2011
09.00 1 SP I:
1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial pasien
2. Mengidentifikasi keuntungan berinteraksi dengan orang lain
3. Mengidentifikasi kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain
4. Melatih pasien berkenalan dengan 1 orang
5. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
S: Klien mengatakan:
- “ Saya malu berhubungan dengan orang lain”
- “ Saya dulu pernah dikucilkan oleh teman- teman saya waktu SMA”
- “ Keluarga saya selalu menanyakan kapan saya akan mendapatkan pekerjaan”
O:
- Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri
- Klien mampu menjawab pertanyan dengan singkat
- Klien masih terlihat penolakan saat berinteraksi dengan perawat
- Kontak mata kurang
- Klien terlihat menunduk

A: SP I belum tercapai

Pp:
- Lanjutkan SP I, waktunya pukul 13.00 tempatnya di ruang kamar klien
Pk:
- Menganjurkan klien untuk mengingat- ingat tentang keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain

02 april 2011
13.00 1 SP I
1. Mengidentifikasi keuntungan berinteraksi dengan orang lain
2. Mengidentifikasi kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain
3. Melatih pasien berkenalan dengan 1 orang
4. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
S: Klien mengatakan
- “ Saya malu bertemu dengan orang lain”
- “ Saya dulu pernah dikucilkan oleh teman- teman saya waktu SMA”
- “ Keluarga saya selalu menanyakan kapan saya akan mendapatkan pekerjaan”
- “ saya bisa bercakap- cakap dengan orang lain”
- “ saya bisa cerita tentang apapun dengan berinteraksi dengan orang lain”
-

O:
- Kontak mata masih kurang
- Klien lebih banyak menunduk
- Klien mampu menyebutkan penyebab menarik diri
- Klien mampu menyebutkan keuntungan dan kerugian dalam berinteraksi dengan orang lain
A:
- SP I tercapai sebagian
Pp:
- Lanjutkan SP I
• Melatih pasien berkenalan dengan 1 orang, waktunya pukul 10.00 di ruang makan

Pk:
- Menganjurkan klien untuk berhubungan sosial dengan orang lain (misalnya bercakap- cakap dengan orang lain)

03 april 2001
10. 00 1 SP I
1. Melatih pasien berkenalan dengan 1 orang
2. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
S: Klien mengatakan
- “ saya tidak mempunyai teman”
- “ saya senang bisa berinteraksi dengan orang lain”
- “ Saya sudah mempunyai teman yaitu mas”w”
O:
- Klien terlihat menunduk
- Klien mampu menyebutkan penyebab menarik diri
- Klien mampu menyebutkan keuntungan dan kerugian dalam berinteraksi dengan orang lain
- Klien mampu berkenalan dengan 1 orang
- Kontak mata masih kurang
A:
SP I tercapai

Pp:
- lanjutkan ke SP II
- Klien mampu lebih banyak berhubungan sosial waktunya jam 15.00, tempatnya di ruang kamarnya
Pk:
- menganjurkan klien untuk banyak bersosialisasi dengan orang lain

03 april 2011
15.00 1 Sp II
1. Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya
2. Melatih pasien berkenalan dengan 2 orang atau lebih
3. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
S: klien mengatakan:
- “ saya sudah mempunyai teman yaitu mas”w”
- “ saya senang setelah berhubungan dengan orang lain
- “ saya sudah mempunyai teman yang bernama mas “ w”
Dan sekarang saya mempunyai teman lagi yang bernama mas “g”
O:
- klien mampu mendemontrasikan berkenalan dengan lebih dari satu orang
- klien tampak berinteraksi dengan mas “g”
- klien tampak senang berinteraksi dengan mas “g”
- klien mempunyai teman yaitu mas”w” dan mas “ g”
- sesekali melakukan kontak mata
A:
- Sp 2 tercapai
Pp:
- lanjutkan ke Sp III
- Klien dapat berinteraksi dengan lebih banyak orang waktunya jam 09.00 tempatnya di ruang makan.
Pk:
- Anjurkan klien untuk banyak berkenalan dengan orang lain
04 april 2011
09.00 Sp III
1. Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya
2. Melatih pasien berinteraksi dalam kelompok
3. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
S: Klien mengatakan
- “ saya sudah mempunyai teman mas “w” dan mas “g”
- “ saya sekarang sudah tidak menyendiri lagi
- “ saya senang setelah berbincang- bincang dengan orang lain
- “ tapi saya masih malu untuk berhubungan dengan orang banyak.”
O:
- klien terlihat berbincang- bincang dengan temannya mas “w” dan mas “g”
- Klien terlihat sangat ceria
- Klien terlihat menolak untuk berinteraksi secara berkelompok.
A:
- SP III belum tercapai
Pp:
- Lanjutkan SP III,
• Melatih pasien berinteraksi dalam kelompok, waktunya pukul 16.00 di ruang makan
Pk:
- Anjurkan klien untuk berkenalan dengan orang lain sesering mungkin
04 april 2011
14.00 1 SP III
Melatih pasien berinteraksi dalam kelompok S: Klien mengatakan
- “ saya masih suka merasa malu saat berhubungan dengan orang lain”
- “ saya masih suka tidak percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain”
- “tapi saya sudah mempunyai teman mas “w” dan mas “g”
- “ saya sekarang sudah tidak menyendiri lagi”
- “ saya senang setelah berbincang- bincang dengan orang lain”


O:
- Sesekali melakukan kontak mata
- Klien terlihat ragu- ragu dalam berhubungan sosial
- Klien mampu berinteraksi dalam kelompok, meskipun masih ragu- ragu

A:
- SP III tercapai
Pp:
- Lanjutkan diagnosa 2, waktunya pukul 10.00 di ruang makan.
Pk:
- Anjurkan klien untuk lebih sering berbincang- bincang dengan orang lain.

Tidak ada komentar: